Graha Assalaam Peduli

Adalah Lembaga Fundrising yang Menghimpun dan Menyalurkan sumberdaya ZISWA (Zakat, Infaq, Shadaqah dan Wakaf) dari Para Donatur untuk program Pendidikan, Ekonomi, Dakwah, Kemanusiaan, Syiar dan Dakwah.

PROGRAM GRAHA ASSALAAM PEDULI

1. PENDIDIKAN (orang tua asuh, wakaf kelas, wakaf al quran, wakaf pembebasan lahan, wakaf pembangunan pesantren tahfizh, beasiswa langsung utk dhuafa, dll)
2. EKONOMI (UMKM, Ternak Kambing/Domba utk Qurban, Desa Ternak, Agro Wisata, Produk Kreatif, dll)
3. KEMANUSIAAN (bantuan lansia, kesehatan, pemberdayaan, dll.
4. SYIAR & DAKWAH (masjid, majelis taklim, teknologi, dll)

PROGRAM YANG SEDANG DI KEMBANGKAN

1. Wakaf Pembangunan Kelas
2. Donatur Tetap/Orang Tua Asuh Yatim dan Dhuafa

Wakaf Pembangunan Kelas (KLIK DISINI)

Pembangunan kelas ini merupakan bangunan tambahan yang berada di sisi kanan masjid (jika menghadap kiblat).

Rencana akan di bangun 4 lantai, yang akan di sesuaikan dengan bangunan utama yaitu Masjid.

Peruntukan Bangunan :
Lantai 1 : Garasi
Lantai 2 : Ruang Kelas
Lantai 3 : Ruang Kelas
Lantai 4 : Fasilitas Santri

Lokasi : Masjid Agung Assalaam
Alamat : Jl. Babakan No. 9 RT 01 RW 01 Desa Ciburial Kab. Bandung

Luas : 160.55 m2
Total biaya : Rp. 532.588.607
Biaya /m2 : Rp. 3.317.275


#############################

Donatur Tetap/Orang Tua Asuh Yatim dan Dhuafa (KLIK DISINI)

Yayasan Assalaam Nur Salim, membuka ladang amal utk menjadi DONATUR TETAP / ORANG TUA ASUH bagi anak anak yatim dan dhuafa yang sedang menempuh pendidikan setaraf SMP, untuk mencapai cita cita nya menjadi seorang Hafizh dan juga mahir berbahasa Arab dan Inggris

Jumlah : 11 anak
Status. : Yatim / Dhuafa
Asal : Bandung dan sekitarnya
Tinggal : Asrama
Biaya : Rp. 500rb/anak/bln (ops, pendidikan dll)

###################################

Pengertian Zakat, Syarat, dan Jenisnya Lengkap Menurut Islam

Tahukah kamu kalau zakat masuk ke daftar ibadah wajib untuk dilakukan, sama seperti ibadah sholat dan puasa? Zakat masuk ke dalam urutan rukun islam yang ke empat, yang fardhu dilaksanakan oleh umat muslim.

Lantas, bagaimana kita bisa melaksanakan ibadah zakat secara kaffah? Mari kita kenalan terlebih dahulu dengan pengertian zakat, syarat, dan jenisnya lengkap menurut Islam.

Pengertian Zakat dan Hukumnya

Secara pendekatan bahasa, pengertian zakat dapat dilihat dari kata zaka, yang memiliki arti bersih, suci, subur, berkembang. Menurut Ustadz Quraish Shihab, arti zakat secara bahasa mencerminkan kepada dua hal.

Hal pertama mencerminkan mereka yang mengeluarkan uang dalam bentuk zakat, maka hartanya akan berkembang. Jika tidak mengeluarkan zakat, maka hartanya akan merugi atau memperoleh sesuatu yang tidak diinginkan. Zakat dalam artian berkembang, atau membuat hartanya berkembang.

Sedangkan, cerminan kedua adalah orang yang berzakat, dapat menjadikan hartanya suci dan bersih. Maksudnya adalah, boleh jadi dalam proses memperoleh harta ada hal-hal yang nilainya bukan haram, tapi kurang mengenakkan.

Misalnya, dalam proses jual beli ada promosi yang berlebihan, atau terlalu mendorong seseorang untuk membeli produk jualan kamu, hal-hal seperti ini dapat disucikan hartanya melalui zakat.

Namun, jika rezeki yang kamu peroleh dari hasil korupsi atau menipu orang lain, tentu nilainya haram dan tidak bisa disucikan dengan zakat.

Ada alasan mengapa Allah memberikan kewajiban umat muslim untuk berzakat. Dalam melakukan perniagaan, harta yang kita peroleh tidak dihasilkan dari upaya sendiri. Melainkan ada orang-orang lain, yang mungkin saja tidak kita kenal, membantu kita untuk menjalankan proses mendapatkan rezeki.

Ada hak dari sebagian harta yang kita hasilkan untuk mereka yang tidak mampu. Allah menguji rasa kemanusiaan kita untuk memberikan kesempatan orang lain melanjutkan hidup melalui zakat.

Allah berfirman dalam Surat At-Taubah ayat 71:

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Di Surat At-Taubah ayat 71, Allah memerintahkan kepada kita untuk saling menolong, tidak melakukan kejahatan, mendirikan shalat, menunaikan zakat. Menunaikan zakat sebagai jalan untuk berbuat kebaikan kepada sesama.

Tidak hanya pengertian zakat saja yang perlu kita pahami, namun syarat membayar zakat juga perlu diketahui. Untuk dapat memunaikan ibadah zakat, ada syarat-syarat yang perlu dipenuhi oleh umat muslim.

Syarat Membayar Zakat

Dalam Islam, terdapat beberapa persyaratan untuk membayar zakat. Persyaratan ini wajib ada bagi umat Islam yang hendak membayar zakat. Berikut adalah beberapa persyaratannya.

  1. Islam

Syarat pertama untuk menunaikan ibadah zakat adalah beragama Islam. Non-muslim tidak diwajibkan untuk membayarkan zakat. Sebagai umat muslim diwajibkan untuk membayar zakat fitrah pada saat bulan Ramadhan, sedangkan untuk zakat maal disesuaikan dengan nilai kepemilikan harta masing-masing individu.

  1. Merdeka

Seseorang yang menunaikan ibadah zakat haruslah mereka yang merdeka. Merdeka dalam artian tidak dalam kondisi terjajah, dan bukanlah seorang budak. Serta merdeka dalam artian, memiliki kemampuan finansial yang cukup. Seseorang yang sedang tidak merdeka, tentu kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Maka dari itu tidak diwajibkan untuk membayar zakat.

  1. Berakal

Dalam menunaikan zakat, akal sehat perlu dimiliki untuk dapat meniatkan ibadah, serta menghitung secara adil kewajiban zakat yang perlu dikeluarkan. Orang yang memiliki akal sehat, kondisi jiwanya tidak terganggu, dalam dengan sadar memenuhi syarat-syarat ibadah zakat.

  1. Baligh

Pengertian Baligh adalah lelaki dan atau perempuan yang telah memasuki usia baligh. Lelaki ditandai dengan mimpi, sedangkan perempuan ditandai dengan haid. Jika sudah memasuki usia baligh, umat muslim dapat membayar zakat.

Baligh menjadi syarat untuk menunaikan ibadah zakat. Seseorang yang belum baligh atau anak-anak tidak diwajibkan untuk membayar zakat.

  1. Harta Mencapai Nisab

Nisab dalam pengertian zakat adalah batas minimal kekayaan seseorang, yang diwajibkan untuk membayar zakat. Jika seseorang sudah memiliki harta, dengan jumlah mencapai batas minimal yang telah ditentukan, maka dia wajib untuk menunaikan ibadah zakat.

Nisab memiliki macam-macam jenis yang berbeda, tergantung jenis zakatnya. Untuk zakat harta hasil usaha pertanian, peniagaan, peternakan, ataupun pertambangan emas-perak, memiliki nilai nisab yang berbeda.

  1. Harta Mencapai Haul

Haul dalam pengertian zakat adlaah harta yang dimiliki oleh seseorang, yang telah mencapai usia satu tahun. Seseorang yang memiliki harta mencapai haul, diwajibkan untuk menunaikan zakat. Usia setahun disesuaikan dengan kalendar hijriyah. Harta yang belum mencapai haul, maka tidak diwajibkan untuk membayar zakat.

Contoh Nisab Zakat Maal

Seperti penjelasan di atas, nisab menjadi persyaratan seseorang terkena kewajiban zakat. Dalam perhitungan zakat harta atau zakat maal, nisab zakat berbeda-beda. Tergantung kepada jenis harta dan perniagaannya.

  1. Nisab Peternakan

Untuk nisab peternakan sapi, kerbau, dan kuda setara dengan nisab sapi, yaitu 30 ekor. Setiap seorang muslim memiliki peternakan sapi, kerbau, dan kuda sebanyak 30 ekor dalam satu tahun, maka diwajibkan membayar zakat.

Nisab ternak unggas dan perikanan setara dengan sejumlah uang 20 dinar. Dengan hitungan, 1 Dinar diperkirakan sekitar 4,25 gram emas murni. Jika seorang muslim memiliki ternak unggas dan perikanan senilai 20 dinar dalam satu tahun, maka diwajibkan membayar zakat sebesar 2,5%

  1. Nisab Emas, Perak, dan Harta Kekayaan

Nisab emas sebesar 20 dinar, setara dengan 85 gram emas murni. Nisab perak setara sebesar 200 dirham, setara dengan 672 gram perak. Jika seorang muslim memiliki harta yang diakumulasikan, setara atau melebihi dengan nilai tersebut dalam kurun waktu satu tahun, maka wajib membayar zakat sebesar 2,5% dari total harta yang dimiliki.

  1. Nisab Perniagaan

Jika seorang muslim memiliki perniagaan dalam bidang perdagangan, industri, agroindustri, ataupun jasa dalam bentuk PT, CV, Yayasan, Koperasi, dan lain sebagainya, yang memiliki nilai kekayaan sebesar 85 gram emas, atau setara dengan Rp 65.110.000. Maka wajib membayar zakat sebesar 2,5% dari total kekayaan usaha.

Jenis-jenis Zakat

Zakat memiliki jenis yang berbeda. Secara pengertian zakat, keduanya memiliki fungsi yang sama. Namun, secara syarat secara spesifik memiliki perbedaan. Berikut ini jenis-jenis zakat yang perlu diketahui:

  1. Zakat Fitrah

Pengertian Zakat Fitrah merupakan harta yang dikeluarkan pada saat akhir Bulan Ramadhan. Setiap orang yang memiliki kelebihan makanan, walau sehari semalam, diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah.

Zakat fitrah memiliki tujuan untuk membersihkan jiwa bagi siapa saja yang menunaikannya. Perhitungan zakat fitrah dilihat dari bahan makanan pokok yang biasa dikonsumsi oleh umat muslim. Senilai 2,5 kg dari makanan pokok yang kita makan.

Di Indonesia, zakat fitrah dapat dibayar dengan beras seberat 2,5 kg atau setara dengan 3,5 liter beras. Selain itu juga dapat dibayar dengan uang yang nilainya setara dengan makanan pokok.

  1. Zakat Maal

Zakat maal merupakan zakat yang wajib dibayarkan oleh seorang muslim dari harta yang diperoleh, dari hasil usaha, atau kerja dengan besaran dan waktu yang telah ditetapkan. Harta yang dizakatkan adalah harta yang sudah dimiliki, disimpan dan dikuasai, serta dirasakan manfaatnya.

Harta yang sudah dimiliki selama satu tahun, maka wajib ditunaikan zakat maal-nya. Contoh harta yang dizakatkan seperti rumah, kendaraan, peternakan, hasil pertanian, emas, uang perak, dan lain sebagainya.

Jika kamu merasa berat untuk menzakatkan jumlah harta sekaligus dalam satu waktu, kamu dapat menghitung perkiraan zakat sejak sekarang. Berapa nilai hartamu jika sudah mencapai haul. Kemudian cari berapa jumlah 2,5% dari total harta kamu.

Sebelum harta mencapai haul, kamu bisa menabung sedikit demi sedikit sejumlah dana. Sampai waktu haul hartamu tiba, kamu dapat menunaikan zakat dengan perasaan yang ringan.

Allah telah menciptakan langit, bumi, beserta seluruh isinya dengan fungsi masing-masing. Kita dapat menikmati makanan, pakaian, kehidupan, semua sumber daya alam dari hasil ciptaan Allah.

Zakat adalah jalan untuk kita mensyukuri nikmat Allah, dengan membantu kepada sesama. Melalui dana zakat yang kita salurkan, untuk kaum muslim yang membutuhkan.

Sumber :
https://www.dompetdhuafa.org/id/berita/detail/pengertian-zakat

—————————————————————–

Pengertian Wakaf – Unsur, Objek, Syarat, Rukun, Macam, Keistimewaan, Hikmah, Para Ulama : Adalah perbuatan hukum wakif (orang Wakaf) untuk memisahkan dan / atau menyerahkan sebagian hartanya baik secara permanen atau untuk jangka waktu tertentu.

Pengertian Wakaf

Wakaf berasal dari bahasa Arab “waqafa” yang artinya berhenti atau menahan, sedangkan secara istilah fikih adalah sejenis pemberian yang pelaksanaannya dilakukan dengan jalan menahan kepemilikan barang yang diwakafkan tersebut untuk dimanfaatkan lebih lanjut oleh khalayak umum.


Secara umum Wakaf adalah perbuatan hukum wakif (orang Wakaf) untuk memisahkan dan / atau menyerahkan sebagian hartanya baik secara permanen atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya untuk tujuan keagamaan dan / atau kesejahteraan umum sesuai syariah.

Pengertian Wakaf Menurut Para Ulama Fikih

Berikut Ini Merupakan Pengertian Wakaf Menurut Para Ulama Fikih:

  1. Hanafiyah

    Hanafiyah mengartikan wakaf sebagai menahan materi benda (al-‘ain) milik Wakif dan menyedekahkan atau mewakafkan manfaatnya kepada siapapun yang diinginkan untuk tujuan kebajikan (Ibnu al-Humam: 6/203).


    Definisi wakaf tersebut menjelaskan bahawa kedudukan harta wakaf masih tetap tertahan atau terhenti di tangan Wakif itu sendiri. Dengan artian, Wakif masih menjadi pemilik harta yang diwakafkannya, manakala perwakafan hanya terjadi ke atas manfaat harta tersebut, bukan termasuk asset hartanya.


  2. Malikiyah

    Malikiyah berpendapat, wakaf adalah menjadikan manfaat suatu harta yang dimiliki (walaupun pemilikannya dengan cara sewa) untuk diberikan kepada orang yang berhak dengan satu akad (shighat) dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan keinginan Wakif (al-Dasuqi: 2/187). Definisi wakaf tersebut hanya menentukan pemberian wakaf kepada orang atau tempat yang berhak saja.


  3. Syafi‘iyah

    Syafi‘iyah mengartikan wakaf dengan menahan harta yang bisa memberi manfaat serta kekal materi bendanya (al-‘ain) dengan cara memutuskan hak pengelolaan yang dimiliki oleh Wakif untuk diserahkan kepada Nazhir yang dibolehkan oleh syariah (al-Syarbini: 2/376).


    Golongan ini mensyaratkan harta yang diwakafkan harus harta yang kekal materi bendanya (al-‘ain) dengan artian harta yang tidak mudah rusak atau musnah serta dapat diambil manfaatnya secara berterusan (al-Syairazi: 1/575).


  4. Hanabilah

    Hanabilah mendefinisikan wakaf dengan bahasa yang sederhana, yaitu menahan asal harta (tanah) dan menyedekahkan manfaat yang dihasilkan (Ibnu Qudamah: 6/185). Itu menurut para ulama ahli fiqih. Bagaimana menurut undang-undang di Indonesia? Dalam Undang-undang nomor 41 tahun 2004,


    wakaf diartikan dengan perbuatan hukum Wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah.


Dari beberapa definisi wakaf tersebut, dapat disimpulkan bahwa wakaf bertujuan untuk memberikan manfaat atau faedah harta yang diwakafkan kepada orang yang berhak dan dipergunakan sesuai dengan ajaran syariah Islam.


Hal ini sesuai dengan fungsi wakaf yang disebutkan pasal 5 UU no. 41 tahun 2004 yang menyatakan wakaf berfungsi untuk mewujudkan potensi dan manfaat ekonomis harta benda wakaf untuk kepentingan ibadah dan untuk memajukan kesejahteraan umum.

Dasar Hukum Disyariatkannya Wakaf

Surat Ali Imran Ayat ke 92

لَنتَنَالُواْالْبِرَّحَتَّىتُنفِقُواْمِمَّاتُحِبُّونَوَمَاتُنفِقُواْمِن شَيْءٍفَإِنَّاللّهَ بِهِعَلِيمٌ

Artinya:
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.


Isi Kandungan:

  • Dari segi agama, kebaikan bukan hanya terletak pada shalat dan ibadah. Membantu orang-orang lemah dan memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat adalah di antara tugas seorang muslimin.
  • Karena Tuhan membandingkan apa yang kita infakkan, maka sebaiknya kita infak sesuatu yang terbaik dan jangan kita bakhil tentang jumlahnya.

  • Syuhada mencapai derajat tertinggi bir (kebaikan). Karena, mereka menginfakkan modal yang paling besar yaitu jiwanya di jalan Allah.
  • Dalam infak, intinya adalah pada kualitas bukannya pada kuantitas, artinya baik walaupun sedikit.

  • Dalam Islam, tujuan infak bukan hanya mengenyangkan perut orang-orang lapar, melainkan pertumbuhan ekonomi yang menafkahkan juga dimaksudkan. Menghilangkan keterikatan hati dari mahbub imajinasi dan khayali menyebabkan mekarnya jiwa kedermawanan dan pengorbanan.

Unsur-Unsur Wakaf

Dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, Wakaf ada enam unsur, yaitu Wakif (menyumbangkan kekayaan), Nazhir (manajer properti wakaf), properti wakaf, peruntukan, hibah abadi dan kontrak.


wakif atau pihak dapat menyumbangkan dari perseorangan, perusahaan, atau organisasi. Jika seorang, hal itu mungkin tidak Muslim karena disyariatkannya tujuan wakaf adalah untuk memajukan kesejahteraan umum dan non-Muslim tidak dilarang berbuat baik. Istilah untuk wakif adalah pubertas dan pemahaman.


Objek Wakaf

Objek wakaf yang dapat diwakafkan adalah benda bergerak atau tidak bergerak yang dimiliki secaratidak dapat bergerak dalam bentuk tanah, hak milik atas rumah, atau hak milik atas rumah susun. Benda amal objek bergerak dapat uang.


Terminologi Wakaf berasal dari kata Arab tidak “waqafa” berniat untuk berhenti, menengah dan memegang. Dalam kasus istilah, wakaf telah memberikan beberapa definisi seperti:

  1. Syed Sabiq (Fiqh al-Sunnah) – Wakaf adalah menahan harta dan memberikan manfaat di jalan Allah.
  2. Sahiban Abu Hanifah; Abu Yusuf dan Muhammad bin Hassan – Wakaf adalah menahan ‘mawquf ain (benda) sebagai milik Tuhan atau hukum-hukum Allah dan manfaat mensedekahkan menuju kebajikan dari awal sampai akhir.

  3. Dr Mohammad Al-Ahmad Abu Al-Nur, mantan Menteri Wakaf Mesir – Wakaf adalah properti atau Hartanah ditahan oleh pemilik banyak tentang dapat mencegah penggunaannya oleh dijual atau dibeli atau diberikan sebagai hadiah pada negara belanja faedahnya atau keuntungan atau hasil mahsulnya dengan yang ditentukan oleh pewakaf.

Definisi di atas telah menunjukkan praktik berdiri wakaf seperti yang direkomendasikan oleh partai Islam sebagaimana firman Allah:

“ Bandingan (pahala) orang yang membelanjakan harta mereka pada jalan Allah seperti sebiji benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, dan pada tiap-tiap tangkai itu pula terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi setiap yang Dia kehendaki dan Allah Mahaluas (Kurniaannya) lagi Maha Mengetahui. ”


Daripada Abu Hurairah RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:

“ Apabila mati anak Adam, terputus amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariah (wakaf), ilmu yang bermanfaat dan anak soleh yang mendoakan kepadanya. ”


Istilah ini berhubungan dengan infaq wakaf, zakat dan sedekah. Ia termasuk dalam infaq definisi yang disebut oleh Allah sebanyak 60 kali dalam Alquran. Ketiga itu berarti memindahkan partai umat Islam untuk mereka yang membutuhkan.


Namun, dibandingkan zakat wajib atas kaum muslimin yang memenuhi persyaratan tertentu dan sedeqah sunat adalah umum bagi umat Islam; wakaf lebih tambahan (pelengkap) untuk kedua kasus. Selain itu, apa yang disumbangkan melalui zakat adalah tidak kekal mana sumbangan akan digunakan dalam bentuk hangus, sedangkan produktif wakaf properti dalam hal abadi dan dapat dilaburkan dalam berbagai bentuk untuk mengambil keuntungan dari kali sebelumnya.

Syarat Wakaf

Syarat wakaf menjadi kebutuhan utama bagi keabsahan kontrak dapat wakaf adalah pemilik wakif matang, masuk akal, tidak mampu membuat tindakan hukum, dan penuh dan berlaku dari properti diwakafkan.


Wakaf Akad diadopsi harus disaksikan oleh dua orang saksi dan pejabat akta wakaf. Kontrak Wakaf diselenggarakan oleh janji wakif berjanji untuk menyerahkan properti milik secara hukum untuk dikelola oleh nadzir (orang-orang yang menjaga properti wakaf) demi ibadah dan kesejahteraan masyarakat.


Rukun Wakaf

1) Orang yang berwakaf (wakif), syaratnya;

  • a. kehendak sendiri
  • b. berhak berbuat baik walaupun non Islam

2) Sesuatu (harta) yang diwakafkan (mauquf), syartanya;

  • a. barang yang dimilki dapat dipindahkan dan tetap zaknya, berfaedah saat diberikan maupun dikemudian hari
  • b. milki sendiri walaupun hanya sebagian yang diwakafkan atau musya (bercampur dan tidak dapat dipindahkan dengan bagian yang lain

3) Tempat berwakaf (yang berhaka menerima hasil wakaf itu), yakni orang yang memilki sesuatu, anak dalam kandungan tidak syah.


4) Akad, misalnya: “Saya wakafkan ini kepada masjid, sekolah orang yang tidak mampu dan sebagainya” tidak perlu qabul (jawab) kecuali yang bersifat pribadi (bukan bersifat umum)


Macam – Macam Wakaf

Ulama fikih seperti yang dinyatakan oleh Abdul Aziz Dahlan dalam Encyclopedia of Hukum Islam (2006: 1906) endowment dibagi ke dua bentuk:


  1. Wakaf khairi

    Wakaf sejak awalnya ditujukan untuk kepentingan atau kepentingan umum, bahkan dalam jangka waktu tertentu, seperti menyumbangkan tanah untuk membangun masjid, sekolah, dan rumah sakit.


  2. Ahli wakaf atau zurri

    Wakaf sejak ditakdirkan untuk individu tertentu atau khusus atau bahkan akhirnya untuk kepentingan kepentingan publik, seolah-olah itu adalah penerima wakaf amal telah meninggal, harus diwarisi oleh ahli waris yang menerima wakaf.


Keistimewaan Wakaf

Properti wakaf dalam pengembangan pemangkin ekonomi dioperasikan sebagai Muslim karena memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut :

  1. Wakaf keunikan konsep pemisahan antara kepemilikan dan menggunakan berhasil. Pewakafan menyebabkan properti listrik akan kehilangan kepemilikan hartanya dari harta karun itu. Wakaf pada prinsipnya adalah kontrak pewakaf Berkelanjutan dan seharusnya tidak lagi memiliki properti apapun Namun meskipun, kecuali penjaga sebagai properti wakaf. Dalam majazinya adalah milik wakaf milik Allah.

  2. Wakaf adalah amal yang mencari tidak hanya memungkinkan pencarian wakif reward, namun penerima mendapat quest berhasil. Dengan orang-orang yang bergantung wakaf harus menetapkan desain dengan lembaga keuangan yang mengesankan untuk jangka panjang. Selain itu, para pihak tidak perlu khawatir pewakaf mungkin berlaku sabotaj seperti mengubah status wakaf tanah oleh pemerintah karena kaedah fiqh menyatakan: “. Syarat pewakaf seperti nas Syara .’”

  3. Penggunaan properti wakaf adalah untuk kebajikan dan kasus yang diperlukan oleh Syara ‘. Dengan tidak diperlukan untuk menentukan kelas penerima hibah yang memadai dan berkata: “Saya wakafkan harta ini karena Allah.” Karakteristik ini memungkinkan pengembangan properti wakaf untuk berbagai bentuk selagimana modern yang ia terus wakaf objektif.

Hikmah Dari Persyariatan Wakaf

Melaksanakan perintah Allah SWT untuk selalu berbuat baik. Firman Allah SWT:

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (QS Al Hajj : 77)


1. Memanfaatkan harta atau barang tempo yang tidak terbatas
Kepentingan diri sendiri sebagai pahala sedekah jariah dan untuk kepentingan masyarakat Islam sebagai upaya dan tanggung jawab kaum muslimin. Mengenai hal ini, rasulullad SAW bersabda dalam salah satu haditsnya:


مَنْ لاَ يَهْتَمَّ بِاَمْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَلَيْسَ مْنِّى (الحديث)

Artinya: “Barangsiap yang tidak memperhatikan urusan dan kepentingan kaum muslimin maka tidaklah ia dari golonganku.” (Al Hadits)


2. Mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi
Wakaf biasanya diberikan kepada badan hukum yang bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan. Hal ini sesuai dengan kaidah usul fiqih berikut ini.


قَدَّمُ عَلى مَصَالِحِ الْجَاصِّ مَصَالِحِ الْعَامِّ مُ

Artinya: “Kemaslahatan umum harus didahulukan daripada kemaslahatan
yang khusus.”


Adapun manfaat wakaf bagi orang yang menerima atau masyarakat adalah:

  • dapat menghilangkan kebodohan
  • dapat menghilangkan atau mengurangi kemiskinan
  • dapat menghilangkan atau mengurangi kesenjangan sosial
  • dapat memajukan atau menyejahterakan umat

Sumber :
https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-wakaf/

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Follow by Email
LinkedIn
Instagram